Minggu, 16 Oktober 2011

Jalan Hati

Kala hati lelah tak terperi. Diam dan rasakan sejenak,angin berhembus lembut mengitari. Berbisik. . . Langit tersenyum padaku katanya

Ia pergi, lalu kembali. Datang saat kau terlelap.Tak usah memegangnya, rasakan saja ia mengetuk sanubari,perlahan.
Terbangun dan sadari, indah buaiannya..

Cinta membutakan,aku hilang arah,tanpa pegangan. Ku melangkah tak tentu,meniti jalan hatiku yang panjang, mencari hatinya

Langit ku mendung, rintik hujan di mata ku membasahi setiap relung hatinya. Masih ku sisakan setengah jiwaku menantinya di hari-hari kelabu, biarkan mentari menjelang, pasti.

Karena ku tahu harapku masih panjang,jalan masih jauh membentang, cobaan silih menghadang.
Tak goyah langkahkan kakiku,coba tuk berdiri tegar.
Ku yakin d ujung sana jawabnya telah menunggu,aku datang. . .

Hancur

Kumpulkan serpihnya
Bergegaslah! Mereka berjatuhan semakin cepat.
Dua pertiga telah hilang.
Masih ada waktu, tapi hanya sesaat.
Apakah dia masih layak untuk tetap hidup?
Atau kau akan membiarkannya terbakar?
Bagaimana akhirnya?
Biarkan cinta itu hidup, batinnya menjerit..